Senin, 04 Agustus 2014

6 Langkah Membuat Proposal Nikah Yang Baik



Proposal nikah?? Barangkali sebagian besar masyarakat Indonesia termasuk kalian masih asing dengan istilah ini. Mungkin ada yang pernah denger sih, tapi itu kan untuk para ‘akhwat’ dan ‘ikhwan’, buat apa sih bikin proposal nikah segala, ribet banget. Eettss.. jangan salah.. proposal nikah itu penting loh sebelum menjalani sebuah pernikahan. Buat merancang sebuah acara yang sehari aja butuh proposal nikah sebelumnya biar terkonsep apalagi pernikahan yang bakal di jalani seumur hidup? Sebelum kita membahas apa itu proposal nikah, ada baiknya saya menceritakan satu kejadian yang menggambarkan betapa pentingnya proposal nikah. Awal tahun lalu, ada adik kelas saya yang akan menikah. Awalnya sih dia mau nanya nanya tentang calonnya dan kebetulan calonnya itu temen deket saya. Setelah berbincang -bincang, saya menemukan ketidaksiapan dalam dirinya. “Yang penting aku nikah sama dia, orang yang saya cintai dari tahun lalu” dalam hatinya (mungkin.. haha). Habisnya ketika saya tanya apa yang sudah disiapkan, tujuan dia menikah sekarang, bagaimana kedepannya dan bla bla bla.. dia masih bingung. Intinya, saya dan teman yang sama sama ada disana menyarankannya membuat proposal nikah. Dan ternyata dia sama sekali tidak tahu proposal nikah seperti apa. Singkat cerita, setelah membuat proposal nikah itu dia jadi tahu tujuan, harapan dan segalanya mengenai pernikahan ke depannya nanti. Kalau mau lbh jelas lagi apa manfaat proposal nikah, baca deh Jodohku, Inilah Proposal Nikahku” karya Ikhsanun dan Foezi. Sumber utama materi tulisan ini..hehe.

Pernikahan bukanlah akhir dari hidup melainkan awal dari perjuangan. Awal sebuah peradaban baru dimulai, generasi generasi baru tercipta. Masih inget kan waktu SD kita berjuang dari kelas 1 sampai 6 lalu UN. Setelah UN dan diterima di SMP kita berfikir semua sudah selesai, merasa legaa.. Tapi perjuangan baru dimulai, lebih berat malah dengan pelajaran yang lebih berbobot. Begitupun selanjutnya sampai kuliah. Kita semua barangkali lebih ‘ngena’ dengan perjuangan tingkat akhir (kalo yang belum ngalamin.. minta diceritain kakak kelasnya aja..hoho). Perjuangan berat tingkat akhir alias skripsi selalu menjadi momok setiap mahasiswa. Saya aja sampai kabur 1 minggu ke Gunung Semeru karena mumet. Setelah menerima SKL, kita merasa ‘ujian’ kita selesai. Padalah tantangan lebih berat menanti di depan yaitu masuk dunia kerja. Persaingan yang lebih terasa, keegoisan bahkan tuntutan hidup yang lebih berat. Sampai sini siapa yang udah merasa sesak nafas?? (lebay banget ini mah). Hmm.. begitupun dengan pernikahan, memasuki gerbang tantangan baru. Menyelaraskan dua ego yang berbeda. Dua pandangan yang berbeda. Kamu jadi takut menikah? Lha, justru dengan mengetahui ini, kita harus mempersiapkan segalanya dengan matang, dari mental, psikologi, fisik dll. Contohnya saja proposal nikah. Sebagai alat penyelarasan dua insan, pengenalan lebih dalam, dan sebagai gambaran keluarga yang akan kita bentuk ke depannya bersama sang pujaan hati. 

Bismillah.. yuk kita mulai bahas tentang isi proposal nikah.

Proposal atau propose itu artinya ajakan. Tapi jangan bayangkan proposal nikah dan proposal kegiatan itu isinya sama. Tidak ribet qo.  Proposal nikah itu bukan hanya biodata aja kayak CV melamar kerja. Proposal nikah lebih banyak dari itu. Eh, jangan langsung males gitu donk waktu saya bilang banyak :P . Sekarang ambil kertas atau bisa kamu copy ke Ms. Word. Jreng jreng.. inilah garis besar isi proposal nikah itu. Saya sampaikan point-pointnya aja. Kalau mau ditambahkan, silahkan. Bebas. Siap kan?? Satu aturan fatal dalam membuat proposal nikah, KEJUJURAN.

Data Diri

Data diri berisikan data umum kita layaknya CV lah. Isinya itu >>  Nama lengkap, TTL, Alamat rumah, Alamat kosan/kontrakan (kalau ada), pendidikan terakhir, pekerjaan, alamat pekerjaan, uraian pekerjaan, hobi, potensi diri, Keahlian khusus, BB, Tinggi Badan, Kondisi fisik, Goldar, Nama Ayah & ibu, TTL ayah & ibu, Agama ayah & ibu, Alamat ayah ibu, Pekerjaan ayah & ibu. Cukup segitu? Belum.
Kalian juga bisa menceritakan kondisi keluarga dan jumlah saudara dalam narasi. Karakter tiap anggota juga bisa dicantumkan agar mempermudah pasangan beradaptasi dengan anggota keluarga inti kita. Kalau masih malu menceritakan tidak apa apa, berproses. Masukkan juga list >> kondisi ekonomi (penting nih diketahui untuk kehidupan keluarga ke depannya.. bahkan merembet ke pembahasan apakah istri perlu kerja atau tidak), penghasilan/bulan, biaya hidup/bulan, penghasilan tambahan. Bisa juga menceritakan kesiapan fisik, jiwa dan raga. Btw, mengenai kondisi fisik, boleh juga kamu cantumkan jika ada alergi atau lainnya. Supaya calon kamu lebih mengerti.

Visi Misi Nikah

Dalam menjalankan sebuah organisasi, perusahaan, bahkan pemerintahan agar tetap eksis salah satunya itu menyusun visi misi. Begitupun sebuah keluarga. Sebagai pijakan juga, mau dibawa kemana sih keluarga kita nantinya. Mudahnya kita  bayangkan pernikahan sebagai sebuah kapal dan setiap kapal pasti menuju sebuah dermaga atau pulau. Dermaga dan pulau itu merupakan tujuan dari sebuah pernikahan. Untuk menemukan pulau tersebut butuh petunjuk dan arah koordinat donk ya? Kalau ngga kita bisa terombang ambing di tengah lautan dan tidak jelas jalan mana yang akan di ambil. Nah, visi misi berfungsi sebagai petunjuk dan arah koordinat. 
Aku dan dia menikah karena ibadah, melengkapi setengah agama, dan menuju kepada Allah”. 
Iya sih, bener banget.. Pada akhirnya semua apa apa yang kita lakukan hanya tertuju kepada Allah, Sang Pemilik Alam Semesta dan Pencipta. Tapi caranya? Itu yang harus kita jabarkan, biar bisa saling mengerti cara pandang masing masing. Kalau sudah menikah dan baru ketawan ada perbedaaan princip dalam cara menuju tujuan pernikahan kan bisa jadi masalah. Apalagi kalo udah menyangkut ideology atau prinsip, bisa fatal kan akhirnya?
“Contoh detail itu gimana sih?”
Bayangkan kita akan naek gunung. Setiap gunung kan ya beda ketinggian, beda jumlah pos, beda tipe jalur dan beda tempat mengambil minumnya. Setelah kita sudah menentukan puncak mana yang akan di ambil otomatis kita juga harus tahu berapa pos yang akan kita lewati, tempat nge camp, membutuhkan berapa hari yang berpengaruh pada berapa banyak makanan dan minuman yang harus kita sediakan. Begitupun dengan pernikahan. Contohnya saja beribadah kepada Allah dengan menjadikan keluarga hafidz sebagai puncaknya, tentu sudah tau kan apa apa yang harus dilakukan?. Setidaknya dengan visi misi ini kita bisa saling mengingatkan dengan pasangan nanti dan saling melengkapi. Jangan lupa cita cita kalian juga jabarkan, missal jadi seorang penulis. Otomatis akan berbeda kondisi dan tantangan dalam keluarga dengan pasangan yang ingin menjadi presiden kan? Ini juga penting :D

Kelebihan dan Kekurangan

Katakan dengan jujur. Tahapan ini juga dapat membantu kita dalam menyusun tahapan selanjutnya yang kita butuhkan untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Kebiasaan baik dan buruk juga bisa di ceritakan. Harapannya sih biar pasangan nanti membantu kita merubah kebiasaan buruk menjadi baik dan mempertahankan kebiasaan baik kita.

Kriteria Pasangan

“Seorang wanita dinikahi karena empat hal : karena hartanya, karena keturunannya (nasab), karena kecantikannya, dank arena agamanya. Maka utamakanlah (karena) agama. Hal itu akan menghalangi tanganmu”
Kita semua pasti mengetahui sabda Rosulullah tersebut. Hadist tersebut tidak hanya berlaku dalam memilih wanita saja tapi juga pria. Kita boleh saja me-list kriteria kriteria idaman (spesifik) tapi ingat kita tidak mungkin 100 persen mendapatkan pasangan sesuai dengan seluruh list kita. Allah yang Maha Mengetahui apa yang dibutuhkan hambaNya. Dia akan memberikan yang terbaik. Sebelum me-list kriteria pasangan saya saranin sih menilai kelebihan dan kekurangan kita dulu. Adapun kriteria yang bisa di list >> kriteria dalam agama, harta, profesi, fisik, dan rentang usia.

Komitmen yang Ingin Dibangun Bersama Pasangan

Visi misi sudah. Sejalan waktu, manusia biasanya mengalami kejenuhan dan khilaf. Disitulah komitmen sepasang muda mudi berperan. Proses merupakan seleksi. Sama seperti dunia merupakan proses seleksi di akhirat. Dalam membangun hal ini, jangan menuntut pasangan tapi menuntun.


Pembagian Peran dalam Keluarga

Pembagian peran ini merupakan salah satu faktor kerentanan dalam keluarga (Duvall 1981). Kerentanan itu apa sih? Kerentanan merupakan faktor yang dapat mengganggu keseimbangan sebuah keluarga, yang dapat menyebabkan keluarga kemungkinan bisa bercerai. Menurut Duvall kerentanan ada 7, untuk lebih jelasnya akan saya jelaskan nanti ya. Kebetulan penelitian saya juga tentang pengaruh kerentanan dan perubahan dalam keluarga dari awal menikah sampai nenek kakek terhadap kualitas hidup lansia (panjang bener bu.. sambil promosi penelitiannya pulak -_-).
Sudah siap menyusun proposal nikahmu?? Yah, walaupun sang pujaan hati belum ditemukan, tidak ada salahnya bukan kita menyusunnya agar siap menyambut dengan sebaik baiknya? :D. Kalau sudah punya pasangan, silahkan saling bertukar proposal dan berdiskusi. Akan lebih baik dibahas sekarang daripada setelah menikah menjadi masalah kan? Maka setelahnya biar Allah yang mengambil alih. Tawakal. Dan lihatlah bagaimana Allah merencanakan kehidupan kita dengan sangat sempurna ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar