Rabu, 11 November 2015

TAHAPAN MENUJU PERNIKAHAN



Assalamualaikum ukhti dan akhi ^^. 

Setelah kemarin kita membahas tentang proposal nikah, sekarang kita masuk ke tahap berikutnya. Tahapan-tahapan yang harus dilalui wanita dan laki-laki yang sudah mantap menikah. Tahapan ini sangat teknis. Ada yang bisa di skip. Semua tahapan juga tergantung dari budaya dan adat istiadat yang berlaku di keluarga, khususnya keluarga mempelai perempuan. Terpenting lagi, agama lebih menentukan. Saya seorang muslim sehingga penjabaran dalam tulisan lebih banyak di pengaruhi oleh agama saya.

Tahapan-tahapan tersebut terdiri dari :

1. Pertemuan calon mempelai laki-laki dengan orang tua perempuan (Khitbah)

Disaat pertemuan ini, laki-laki secara terang-terangan ingin melamar. Respon orang tua perempuan berbeda-beda, ada yang memberi syarat untuk melakukan sesuatu seperti menyelesaikan study missal atau bisa langsung mengiyakan dan membicarakan tahapan selanjutnya. Anda bisa mengajukan option untuk melanjutkan proses hingga persiapan apabila respon orang tua si dia mengajukan syarat dengan berjanji akan memenuhi syarat itu sebelum hari H pernikahan. Tentu pertanyataan tersebut bisa membuktikan kepada orang tua si dia kalau anda orang yang bertanggung jawab dan menepati janji. Disinilah terjadi khitbah. Kebanyakan dari kita belum mengetahui dengan jelas dimana tahapan yang disebut khitbah, bahkan menyamakan khitbah dengan tunangan pada umumnya.





2. Pertemuan dua keluarga
 
Ada baiknya, setelah seorang pria mengkhitbah seorang perempuan serta adanya keridhoan dari semua pihak, segerakan diadakan pertemuan antara dua keluarga. Pertemuan ini ditujukan untuk  mendiskusikan kapan dan dimana pernikahan akan dilaksanakan. Perlu kita ketahui, dengan kondisi dan kebiasaan pernikahan masyarakat sekarang ini khususnya di daerah perkotaan, persiapan pernikahan bisa memakan waktu 3 bulan paling minimal. Disegerakannya proses pertemuan ini agar dapat menyelaraskan pandangan dan perencanaan perencanaan. Masyarakat sering menyebutkan tahapan ini dengan lamaran/tunangan.


3. Akad nikah

Tahapan menuju pernikahan memang hanya terdiri dari 3 tahapan saja. Simple dan ringkas. Tahukah anda, proses paling menegangkan dan menguras tenaga adalah tahapan antara pertemuan keluarga hingga akad nikah. Pada tahapan ini biasanya terjadi perdebatan batin, keragu-raguan dan kecemasan melanda kedua calon pengantin. Kita sering menyebutnya godaan sebelum menikah atau sindrom pra nikah. Sindrom pada tiap orang berbeda-beda. Saya hanya mengingatkan kepada saudara/I untuk menguatkan tekad dan tidak melepas sholat istikharahnya pada tahapan ini. Godaannnya besar. Sekali lagi mungkin saya akan mengkambing hitamkan setan. Setan akan berusaha sekuat tenaga dan melakukan berbagai cara agar kita, hamba Allah, tidak beribadah bukan? Bukankah menikah selalu diibaratkan menyempurnakan separuh agama? Semangat untuk saudara/I ku yang akan menikah ^^



Sekian dulu ya…. The next posting, insya allah saya akan menjabarkan tentang perencanaan pernikahan. See youu~~~~