Namun bukan perkara mudah memutuskan menjadi ibu yang bekerja di rumah atau di kantor. Terbiasa dengan pekerjaan, bahkan hingga terkena sindrom workaholic membuat saya berat untuk bekerja di rumah. Segala kebutuhan rumah tangga dan pribadi menuntut seorang wanita untuk ikut andil dalam mencari nafkah, dual ernearn namanya. Kebutuhan memenuhi sandang, pangan, hingga papan; mulai dari hal kecil seperti membeli kosmetik dan fashion yang seringkali terus menyerang kaum hawa, hingga hal besar seperti rumah dan kendaraan pribadi akan selalu ada. Saya hingga 3 tahun menikah ini belum memiliki rumah, sudah tiga kali pindah sana sini juga terkadang tergoda untuk tetap bekerja. Semangat membeli rumah menjadi hal yang begitu besar mendorong saya untuk bekerja, disamping suami yang menolak untuk mencicil rumah dengan KPR Bank. Perlu diketahui suami saya adalah lulusan ekonomi syariah yang memang menolak tegas segala macam cicilan kecuali sesuai syariat. Makin lama saja kami akan memiliki rumah sendiri, gumam saya.
Traveller and Samara's Family Fighters
Kamis, 28 November 2019
Menjadi Ibu Rumah Tangga Atau Ibu Pekerja?
Namun bukan perkara mudah memutuskan menjadi ibu yang bekerja di rumah atau di kantor. Terbiasa dengan pekerjaan, bahkan hingga terkena sindrom workaholic membuat saya berat untuk bekerja di rumah. Segala kebutuhan rumah tangga dan pribadi menuntut seorang wanita untuk ikut andil dalam mencari nafkah, dual ernearn namanya. Kebutuhan memenuhi sandang, pangan, hingga papan; mulai dari hal kecil seperti membeli kosmetik dan fashion yang seringkali terus menyerang kaum hawa, hingga hal besar seperti rumah dan kendaraan pribadi akan selalu ada. Saya hingga 3 tahun menikah ini belum memiliki rumah, sudah tiga kali pindah sana sini juga terkadang tergoda untuk tetap bekerja. Semangat membeli rumah menjadi hal yang begitu besar mendorong saya untuk bekerja, disamping suami yang menolak untuk mencicil rumah dengan KPR Bank. Perlu diketahui suami saya adalah lulusan ekonomi syariah yang memang menolak tegas segala macam cicilan kecuali sesuai syariat. Makin lama saja kami akan memiliki rumah sendiri, gumam saya.
Rabu, 11 November 2015
TAHAPAN MENUJU PERNIKAHAN
Selasa, 14 Juli 2015
Terlambat
Sore ini. Aku menyusuri jalan pulang ke rumah. Sudah lama sekali aku tak merasakan sore disini. Dan aku rasa rasanya ingin menangis.
Sekarang, disaat engkau akan pergi, aku baru merasakan keberadaanmu. Keberadaan, yang hampir satu bulan, tak aku sadari. Terlambatkah? Iya, itu jawabmu kesal. Rasa rasanya aku ingin memelukmu erat agar kau tak pergi.
'Bisakah kita bertemu lagi tahun depan?' Ratapku
'Lalu kamu akan cuek lagi padamu? Seperti sekarang?' Katamu yang bagaikan sebuah jarum tertusuk tepat di hatiku.
'Maaf. Aku benar-benar minta maaf, Ramadhan. Aku benar benar menjadi orang yanh merugi. Merasakan kehadiranmu disaat saat engkau akan pergi. Aku akan memupuk rindu rindu padamu hingga tumbuh dan akan aku lampiaskan semuanya ketika kita bertemu. Boleh? Tanyaku ragu.
' ya. Asal kamu memegang janjimu itu. Semoga kita saat itu semakin erat dekat'
'Aamiin'
Selasa, 14 july 2015
Hari ke 26 di bulan Ramadhan tahun ini.
Jumat, 05 Juni 2015
Ketika Merindu
Rindu. Sebuah kata yang dimiliki manusia, kadang menyiksa, kadang juga menjadi tanda bahwa kita mencintai. Ya, rindu. Aku akui aku rindu. Rindu membaca buku-buku akademikku, buku-buku berisi keilmuanku. Rindu berinteraksi dengan masyarakat. Berjalan jauh, disengat matahari, panas-panasan, di tolak sana sini bahkan d tatap sinis. Tak mengapa. Itukah tanda aku mencintainya?
Ah, deretan data-data yang begitu banyak. Aku merinduinya. Menyusun kalimat. Kalimat yang memberitahu seseorang tentang kenyataan yang aku dapat. Aku rindu. Sangat rindu. Akankah aku terbuai olehmu lagi, wahai yang aku rindukan?
Selasa, 12 Agustus 2014
Seminar 7 Tahap Menuju Pernikahan
Kali aja ada yang mau ikut.. hehe.. Saya post disini sekalian buat dokumentasi.. Kali aja dan semoga aja setelah saya sudah melewati tahap tahap sampai gerbang sana (gerbang sekolah bu??? Iya sekolah kehidupan.. buahahaha) saya bisa sharing sharing.
Dan mohon doanya juga semoga saya bisa menuntut ilmu lebih banyak di bidang keluarga dan anak. Entah kenapa ketika saya memilih jurusan, tempat dan universitas hal yang pertama kali saya pikirkan adalah
"apakah ilmu di negara ini cocok buat memajukan Indonesia? Bisakah di terapkan? Dan bisakah berguna untuk Indonesia?"
Yups, tujuan utama saya melanjutkan kuliah, selain untuk diri saya sendiri, saya pun ingin ilmu ini berguna untuk Indonesia dan umat muslim di dunia agar tercipta keluarga dan generasi yang berkualitas. Kepada pembaca yang mengenal saya, semoga jika suatu hati nanti saya lupa akan tujuan ini atau melenceng sedikit.. mohon kritikan dan pengingatnya ^^
Sabtu, 09 Agustus 2014
Makaroni Schotel
Assalamualaikum.
Hal yang mengasyikkan dari blogspot.. bisa post dari HP.. yeaaa.. apalagi saya jarang banget akses internet PC semenjak laptop menolak di sandingkan dengan modem smartfren saya.
Kali ini saya akan share resep hasil eksperimen saya. Sudah lama rasanya tidak membuat makanan baru lagi :D. Jaman kuliah kayaknya sulu sering banget bikin makanan terua bagi bagi ke temen untul tester. Bahan utama kali MAKARONI.
Resep :
- 4 butir telur
- Kornet/daging cincang
- Makaroni
-garam
-1 buah bawang bombay (biasanya sih 2 buah soalnya sekeluarga suka sama bawang yang satu ini)
-3 siung bawang putih
-merica
-keju cheddar, parut
-mentega
- 4/5 sdm Susu plain full cream (bsa bubuk, bisa cair)
Pelengkap : keju mozarella (optional)
Cara membuat :
1. Rebus makaroni dengan minyak dan garam. Minyak ini berfungsi agar pasta tidak saling melekat satu sama lain. Sisih dan tiriskan.
2. Panaskan wajan dan mentega. Masukkan bawang putih hingga harum lalu bawang bombay. Setelah bawang bombay layu, masukkan kornet hingga matang. Menumis daging cincang akan lebih lama dibandingkan kornet. Setelah matang angkat dan sisihkan. Mentega merupakan pemberi rasa juga ke makanan nanti. Jadi seperti bahan utama makaroni.
3. Kocok telur dengan garam hingga tercampur. Masukkan parutan keju. Makin banyak keju akan makin enyak. Kemudian masukkan bahan tumisan dan hancurkan daging/kornet yang menyatu sambil di kocok. Kemudian masukkan makaroni dan merica. Campur hingga rata.
4. Ambil pinggan tahan panas. Masukkan adonan. Makaroni ini bisa di panggang di oven ataupun di kukus. Jika di panggang bisa di tambahkan keju mozarella di atasnya. Jika di kukus, setelah di kukus lebih baik dimasukkan ke kulkas setelah matang dan dingin. Karena makaroni yang di kukus teksturnya tidak sepadat di panggang sehingga harus d diamkan di kulkas agar padat.
Vaiolaaa.... makaroni schotel sudah siap di santap. Selamat mencoba! Simple qo. Aturan dalam memasak itu, ya.. terbiasa. Makin terbiasa memasak insya allah makanan kita makin enak. Semua orang bisa masak qo :D
Kamis, 07 Agustus 2014
Diantara yang mencinta
Ini sebuah kisah yang tiga orang manusia. Tiga orang yang di antaranya skenario Allah lah yang paling misterius. Kisah yang mungkin terlalu meanstream dan nyata.
Pada satu pertemuan biasa, dua insan bertemu pada kegiatan yang tidak biasa. Sebenarnya si wanita tak berniat mengikuti kegiatan tersebut. Ada aktivitas yang lebih penting diikuti dari itu. Tapi sang wanita terlalu memiliki rasa tidak enakkan, ia akhirnya ikut acara tersebut. Pertemuan pertama biasa. Pertemuan kedua semakin akrab. Hingga pertemuan dan obrolan selanjutnya menjadi tak pernah biasa. Tak terlewati satu hari pun sang pria menyapa sang wanita.
Kenangan demi kenangan pun tercipta. Kenangan yang tidak akan bisa di alami dengan yang lain. Mungkin hanya bisa di gantikan dengan yang lebih terindah dengan orang di depan. Puncaknya, ketika kedua insan tersebut di kondisikan hanya mereka berdua yang kenal diantara yang lain. Semua asing dan baru. Dua hari yang tak biasa. Hingga di penghujung bulan, sang pria mengungkapkan perasaan yang tak biasa. Akhirnya? Ketidaksiapan memang sangat menghinggapi keduanya.
Saat sedang merajut kesiapan.. Wanita terus berkelana. Mengenal siapapun yang bisa d kenalnya. Sang pria mencari pelampiasan. Beraktivitas sana sini. Hingga hinggap di sebuah bukit terpencil, mendidik. Bertemu orang yang tak terdua. Di kenal namun memunculkan sesuatu yang asing.
Setengaj tahun berlalu. Dan sang wanita pun tersadar. Sudah tak ada yang biasa di antara yang biasa dengan sang pria. Hingga sang pria berkenala ke negeri sebrang. Sang wanita mengajak orang tak terduga melakukan aktivitas menyenangkan, menggunakan peralatan sang pria. Saat itu orang yang tak terduga bersikeras menyimpan barang barang sang pria. Ingin memiliki barang barang sang pria. Sang wanita terperajat. Ia tanyakan pada sang pria, beri orang tak terduga atau teman terdekat? Orang tak terduga saja. Fix, ini muncul rasa tak biasa di antara mereka.
Setengah tahun kemudian, sang wanita mengajak sang pria berkelana ke negeri utara. Perkelanaan itu menjadi perkelanaan terakhir di antara kita, ujar dalam hati sang wanita. Entah, ia begitu yakin. Dan selanjutnya dia tak ingin ada pria itu lagi. Mungkin krna sebuah permohonan izin.Yup, itulah yang terjadi. Dan suatu hari nanti mungkin akan bercerita sejujurnya kepada sang pria, bagaimana orang tak terduga bersikap dan bersikeras memiliki barang sang pria sudah sejak lama. Lama sebelum sang pria kembali pertama kali dari perantauan. Agar ia bisa menjauh tanpa di minta. Ketika diantara yang mencinta.
Sang wanita? Ia memiliki cerita sendiri. Cerita yang lebih tak terduga. Yang ia sendiri belum bisa ungkapkan. Cerita yang akhirnya masih di simpan sang skenario terbaik. Allah. ^^
