Rindu. Sebuah kata yang dimiliki manusia, kadang menyiksa, kadang juga menjadi tanda bahwa kita mencintai. Ya, rindu. Aku akui aku rindu. Rindu membaca buku-buku akademikku, buku-buku berisi keilmuanku. Rindu berinteraksi dengan masyarakat. Berjalan jauh, disengat matahari, panas-panasan, di tolak sana sini bahkan d tatap sinis. Tak mengapa. Itukah tanda aku mencintainya?
Ah, deretan data-data yang begitu banyak. Aku merinduinya. Menyusun kalimat. Kalimat yang memberitahu seseorang tentang kenyataan yang aku dapat. Aku rindu. Sangat rindu. Akankah aku terbuai olehmu lagi, wahai yang aku rindukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar