Assalamualaikum
ukhti dan akhi ^^.
Setelah kemarin kita membahas tentang proposal nikah,
sekarang kita masuk ke tahap berikutnya. Tahapan-tahapan yang harus dilalui
wanita dan laki-laki yang sudah mantap menikah. Tahapan ini sangat teknis. Ada
yang bisa di skip. Semua tahapan juga tergantung dari budaya dan adat istiadat
yang berlaku di keluarga, khususnya keluarga mempelai perempuan. Terpenting
lagi, agama lebih menentukan. Saya seorang muslim sehingga penjabaran dalam
tulisan lebih banyak di pengaruhi oleh agama saya.
Tahapan-tahapan
tersebut terdiri dari :
1.
Pertemuan calon mempelai laki-laki dengan orang tua perempuan (Khitbah)
Disaat pertemuan ini, laki-laki
secara terang-terangan ingin melamar. Respon orang tua perempuan berbeda-beda,
ada yang memberi syarat untuk melakukan sesuatu seperti menyelesaikan study
missal atau bisa langsung mengiyakan dan membicarakan tahapan selanjutnya. Anda
bisa mengajukan option untuk melanjutkan proses hingga persiapan apabila respon
orang tua si dia mengajukan syarat dengan berjanji akan memenuhi syarat itu
sebelum hari H pernikahan. Tentu pertanyataan tersebut bisa membuktikan kepada
orang tua si dia kalau anda orang yang bertanggung jawab dan menepati janji. Disinilah
terjadi khitbah. Kebanyakan dari kita belum mengetahui dengan jelas dimana tahapan
yang disebut khitbah, bahkan menyamakan
khitbah dengan tunangan pada umumnya.
2.
Pertemuan dua keluarga
Ada baiknya, setelah seorang pria mengkhitbah
seorang perempuan serta adanya keridhoan dari semua pihak, segerakan diadakan
pertemuan antara dua keluarga. Pertemuan ini ditujukan untuk mendiskusikan kapan dan dimana pernikahan
akan dilaksanakan. Perlu kita ketahui, dengan kondisi dan kebiasaan pernikahan
masyarakat sekarang ini khususnya di daerah perkotaan, persiapan pernikahan
bisa memakan waktu 3 bulan paling minimal. Disegerakannya proses pertemuan ini
agar dapat menyelaraskan pandangan dan perencanaan perencanaan. Masyarakat
sering menyebutkan tahapan ini dengan lamaran/tunangan.
3.
Akad nikah
Tahapan
menuju pernikahan memang hanya terdiri dari 3 tahapan saja. Simple dan ringkas.
Tahukah anda, proses paling menegangkan dan menguras tenaga adalah tahapan
antara pertemuan keluarga hingga akad nikah. Pada tahapan ini biasanya terjadi
perdebatan batin, keragu-raguan dan kecemasan melanda kedua calon pengantin.
Kita sering menyebutnya godaan sebelum menikah atau sindrom pra nikah. Sindrom
pada tiap orang berbeda-beda. Saya hanya mengingatkan kepada saudara/I untuk
menguatkan tekad dan tidak melepas sholat istikharahnya pada tahapan ini.
Godaannnya besar. Sekali lagi mungkin saya akan mengkambing hitamkan setan.
Setan akan berusaha sekuat tenaga dan melakukan berbagai cara agar kita, hamba
Allah, tidak beribadah bukan? Bukankah menikah selalu diibaratkan
menyempurnakan separuh agama? Semangat untuk saudara/I ku yang akan menikah ^^
Sekian
dulu ya…. The next posting, insya allah saya akan menjabarkan tentang
perencanaan pernikahan. See youu~~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar