Kesejahteraan Keluarga Indonesia
Di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar
63.410.649 kepala keluarga. Jawa Bali (38.882.945 kepala keluarga) merupakan daerah dengan jumlah kepala keluarga terbanyak di Indonesia dibandingkan dengan
pulau-pulau lainnya (24.527.704 kepala keluarga) dengan pusat kepadatan
keluarga berada di provinsi Jawa Barat (11.736.329 keluarga). Jumlah terbanyak
keluarga pra-Sejahtera berada pada provinsi Jawa Tengah (2.826.038 keluarga)
dan keluarga sejahtera I pada daerah Jawa Barat (3.360.762 keluarga). Sebesar
43,8 persen keluarga Indonesia termasuk dalam kategori pra-Sejahtera dan
Sejahtera I. Jumlah tersebut tersebar di Pulau Jawa-Bali 21.85 persen keluarga
di Jawa Bali dan 21,9 persen berada di pulau lainnya.
(Sumber
BKKBN)
Keluarga
Daerah Tertinggal
Berdasarkan banyaknya kabupaten di provinsi, 100
persen Kabupaten di Sulawesi Barat terdaftar menjadi wilayah tertinggal.
Apabila dilihat dari banyaknya jumlah Kabupaten di provinsi tersebut, 20 dari
21 Kabupaten di Nusa Tenggara Timur (95%) termasuk dalam kategori wilayah
tertinggal. Kabupaten Sukabumi (363.588 keluarga), Kabupaten Garut (398.222
keluarga),Kabupaten Pandeglang (174.258 keluarga), Kabupaten Lombok Tengah
(223.588 keluarga), dan Kabupaten Lombok Timur (291.925 keluarga) menjadi lima daerah
dengan jumlah keluarga pra-sejahtera tertinggi dibandingkan dengan wilayah
tertinggal lainnya. Akan tetapi apabila
dilihat berdasarkan jumlah penduduk terbanyak terdapat pada daerah Kabupaten
Sukabumi (689.701 kepala keluarga), Kabupaten Garut (664.618 kepala keluarga),
Kabupaten Padeglang, Kabupaten Lebak (351.602 kepala keluarga), dan Kabupaten
Lombok Timur (392.319 kepala keluarga).
(sumber
: BKKBN 2011, Kemensos)
Keluarga di Daerah Rawan Bencana
Di Indonesia sebanyak 60.054.882 keluarga tinggal di
daerah dengan tingkat kerawan bencanaan yang tinggi. Kabupaten Garut merupakan
daerah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Indonesia dengan jumlah
keluarga yang tinggal di Garut sebanyak 664.618 keluarga. Jumlah terbanyak
keluarga yang tinggal di daerah dengan status rawan bencana tinggi terdapat
pada provinsi Jawa Barat diikuti oleh Jawa Timur. Tapi walaupun
begitu, bagi sebagian warga Indonesia aman bukan berarti nyaman. Aman dari
bencana tidak menjamin memberikan kenyamanan dalam menjalani hidup.
Bogor, 5 Juni 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar